Sutradara Hanung Bramantyo kaget lihat skill film pelajar di LOFF 2026

Malam penganugerahan Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026 di Gedung Ki Narto Sabdo, Taman Budaya Raden Saleh, Jumat 23 Oktober, berlangsung meriah. Acara ini dihadiri berbagai insan perfilman nasional yang memberikan apresiasi tinggi buat para sineas muda.
Sutradara Hanung Bramantyo memberikan pujian khusus untuk kualitas karya peserta, terutama kategori pelajar SMA. Menurutnya, mereka sudah bisa mengeksekusi ide cerita dengan sangat matang. Hanung mengaku terkejut karena anak SMA zaman sekarang sudah bisa bikin film bagus, beda banget sama zamannya dulu waktu sekolah yang bikin film itu terasa mewah karena kamera dan bahan bakunya mahal.
Dia berharap akses teknologi yang sekarang sudah terbuka dan adanya festival seperti LOFF bisa memicu keberanian anak muda untuk terus mengeksplorasi gagasan lewat film.
Nirina Zubir, yang hadir sebagai juri, juga mendorong pembuat film lokal di Semarang dan sekitarnya buat menjadikan ajang ini sebagai batu loncatan. Dia ingin hasil tahun ini jadi pemacu semangat biar mereka lebih berani dan lebih bagus lagi dalam berkarya. Nirina juga menekankan kalau lokakarya harus diadakan secara konsisten supaya sineas lokal nggak cuma berkompetisi, tapi juga dapat pembekalan teknis yang lengkap.
Agustina menyebut keterlibatan tokoh nasional di acara ini jadi momentum penting buat pembuat film muda untuk belajar. Hal ini juga memperkuat ekosistem sinema, mulai dari produksi, infrastruktur kota, pariwisata, sampai kenyamanan talenta lokal. Menurut Agustina, para tokoh nasional mau bergerak bareng untuk mengangkat sinema agar punya masa depan, dan yang terpenting, festival ini bisa menggairahkan anak muda buat bikin film.
Lewat LOFF 2026, Pemkot Semarang berharap bisa terus mencetak talenta perfilman baru yang siap membawa karya Indonesia sampai ke panggung internasional.
Kebayang nggak sih kalau sekarang alat bikin film udah segampang itu, kira-kira siapa nih yang bakal jadi sutradara besar berikutnya?
